If I had just one more day
I would tell you how much that I've missed you
Since you've been away
- hurt by Christina Aguilera
I would tell you how much that I've missed you
Since you've been away
- hurt by Christina Aguilera
Awalnya, denger lagu ini sih biasa aja. But now, this song is really really means to me. Liriknya bener-bener hit my heart.....
January, 2 2015 my whole life is changes. My superhero, my guardian angel, my pride, my everything has gone. Rasanya BAM!!! dinding-dinding menghimpitku sampai tak bisa bernafas, ingin rasanya memanggil doraemon untuk meminjam time capsule nya untuk sekedar meminta maaf atas apa yang selama ini kuperbuat kepadanya..
Menurutku aku bukan atau mungkin bisa dikatakan belum bisa menjadi anak yang patuh dan taat, karena terkadang aku sibuk dengan urusan duniaku sendiri sampai melupakanmu. Terkadang kau memanggilku hanya karena kau tidak mau aku berada jauh darimu. Tapi sekarang, kita jauh, berbeda, bukan lagi berbeda kabupaten/kota/negara namun berbeda dunia. Aku yakin kau mungkin sedang melihatku dari atas sana, atau mungkin sedang berada didekatku? aku tak tau.
Minggu, 28 Desember 2014 terakhir kali aku menghabiskan waktu bersamanya. Tak lama, kurang dari 24jam. Namun begitu banyak hal yang kita lakukan bersama. Ingatkah ayah kita makan nasi bungkus sepiring bertiga? ingatkah ayah sebelum ayah pulang ke tempat kerjamu kau makan lagi nasi dengan lauk pindang salai kesukaanmu? aku sangat ingat kau mengeluh "yuk....sini dulu, deket-deket ayah". Ojek pun sampai di depan rumah, dan kau bersiap untuk pergi ke loket travel. Ingatkah kupeluk dirimu, sembari ku berkata "haruskah secepat ini ayah pulang?bukannya ayah harus konsultasi ke dokter?kan ayah bilang dada ayah sering sesak?". Aku sangat kecewa dengan jawabanmu "tidak, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan". Ya, dia sangat mementingkan pekerjaannya, lebih penting daripada kesehatan dirinya sendiri. Sudah sering kubilang agar ia harus beristirahat, umurnya sudah tak lagi muda, 41thn, sangat rentan terkena penyakit....
Selasa, 30 Desember 2014. Sekitar jam 8 malam ia menelepon... masih kuingat perkataannya... "Yuk, ayah tidak pulang tahun baru nanti. Tapi ayah janji pulang jam 10 siang. Sorenya kita jalan-jalan, kan sudah lama kita bertiga tidak ke kfc?"
Rabu, 31 Desember 2014. 4 jam lagi menuju tahun baru, masih segar didalam ingatanku. Ayah menelpon sambil menangis... "Ma, ayah tidak tahan lagi. Dada ayah sesak, besok ayah naik travel langsung ke RS Bunda. Tunggu ayah disana." aku tak tau lagi apa yang harus kulakukan selain mendoakannya agar ia cepat sembuh. Aku sangat sayang kepadanya, Walaupun aku hanya bertemunya satu minggu sekali, yaitu hari sabtu ayah sampai rumah sekitar jam 1 malam, dan pulang lagi ke tempat kerjanya minggu jam 7 malam. Bayangkan, betapa singkatnya waktu pertemuanku dengan orang yang sangat aku sayangi itu?ia sangat bekerja keras untuk membiayaiku sekolah, membelikanku makanan, membelikanku semua yang aku inginkan.....
Kamis, 1 Januari 2015. Jam 4 sore, ia masuk UGD RS Bunda. Tak ada yang ganjal, ia terus membaca kalimat tasbih. Tapi ia gelisah, tak bisa tidur. Bolak-balik, tertidur kemudia terbangun lagi untuk sekedar memintaku atau mamaku mengelus kepalanya...ia menangis, di pundak mama sembari berkata "Ayah capek, sakit, dak kuat". Sekitar jam setengah 1 malam, tak tertahankan lagi olehnya rasa sesak di dadanya. Dokter pun mengantarkan kami memakai ambulan ke RS Moeh Hoesin. Ya, ayah masuk ICU Jantung. Sebelumnya ia tidak pernah terkena sakit jantung, mungkin itulah cara Allah untuk memanggil ayahku.
Jumat, 2 Januari 2015. Kau memanggil kami sembari berkata, "Bacakan yassin untuk tamu-tamu ini, ramai sekali disini, ada yang mengelus dahiku, dingin sekali. Mereka ingin mama yang memimpin yassin. Tapi dengan satu syarat, jangan menangis. Kalau menangis mending kalian ke lobby saja." tidak ada siapa-siapa di ruangan ICU tsb, kecuali aku mamaku dan tanteku, tapi ayah bilang disana ramai?ada siapa saja?apakah.....malaikat maut telah datang menemuimu? setelah kami membacakan yassin, ia tertidur pulas, mengorok...tapi beda dengan suara sehari-sehari ia keluarkan, suara ini lebih berat seakan-akan nafasnya sudah sampai tenggorokan. Tapi.... tak lama kemudian ia terbangun, berbicara sesuatu dengan mama ku. "Ma, ayah lupa satu hal yang biasa ayah kerjakan sehabis sholat. Ayah lupa membaca doa agar menjadi haji yang mabrur...." Tak lama setelah membaca doa itu, ayah mengerang. Sesak, namun masih sempat menyebut asma Allah. Rasanya duniaku hancur, aku tak tau apa yang harus kulakukan selain menangis dan berdoa berharap Allah menyembuhkan ayahku. Tapi Allah berkata lain, ayah yang selama ini kusayang, kuhargai, kucintai pergi meninggalkan aku dan mama. Pergi menghadap Sang Penciptanya.....
di bawah batu nisan kini kau tlah sandarkan
kasih sayang kamu begitu dalam
sungguh ku tak sanggup ini terjadi
karna ku sangat cinta
ini lah saat terakhirku melihat kamu
jatuh air mataku menangis pilu
hanya mampu ucapkan selamat jalan kasih
- Saat Terakhir by ST-12
Tidak terasa sudah seminggu setelah kepergianmu, banyak hal yang berubah. Biasanya hp berbunyi menandakan ada telpon darimu, ada sekedar bbm menanyakan sedang apa aku atau menyemangatiku. Selamat jalan H.Irawan Ardiwijaya,S.H (sempatkan membacakannya alfatihah bagi kalian yang membaca tulisanku ini) Ayah, walaupun kau telah tiada namun dihati ini masih terukir namamu. Aku selalu merindukan dirimu, seringlah main di mimpiku agar aku bisa memelukmu dan menciummu. Aku berjanji, akan mendoakanmu selalu dan menjaga nama baikmu. Baik baik disana, akan kucapai semua impian yang kita buat bersama dulu.......love your the one and only daughter.
















